Deskripsi
Belajar Mengelola Emosi Ibu & Anak
Memahami emosi anak, mengelola respons diri, dan mendampingi anak dengan lebih tenang.
Anak tantrum. Ibu ikut terpancing. Setelahnya merasa bersalah.
Pernah mengalami siklus seperti ini, Bun?
Sudah berusaha sabar, tapi ketika anak terus menangis, berteriak, menolak, atau sulit diajak bekerja sama, emosi akhirnya ikut naik.
Lalu setelah semuanya selesai, muncul rasa bersalah:
“Tadi seharusnya aku nggak marah.”
“Kenapa aku gampang banget terpancing?”
“Sebenarnya harus merespons anak seperti apa?”
Kalau pernah merasakan ini, Bunda tidak sendirian.
Mengelola emosi bukan kemampuan yang otomatis kita miliki hanya karena sudah menjadi orang tua.
Kita perlu belajar memahami emosi anak, sekaligus mengenali apa yang terjadi pada diri sendiri ketika menghadapi situasi yang sulit.
Karena ketika anak sedang kewalahan dengan emosinya, orang dewasa di sekitarnya juga bisa ikut kewalahan.
Dan di situlah proses belajar dimulai.
Bukan tentang menjadi ibu yang tidak pernah marah.
Bunda tidak harus selalu sabar.
Anak juga tidak harus selalu tenang.
Yang penting adalah memahami apa yang sedang terjadi, mengenali emosi yang muncul, dan memiliki lebih banyak pilihan untuk merespons daripada sekadar bereaksi spontan.
Melalui paket belajar ini, Bunda akan diajak memahami emosi dari dua sisi:
emosi anak dan emosi diri sendiri.
Supaya ketika menghadapi tantrum, konflik, atau situasi yang melelahkan, Bunda punya bekal untuk memahami dan mendampingi—bukan hanya berusaha menghentikan perilaku anak.
Apa yang akan Bunda pelajari?
1. Memahami Emosi Anak
Sebelum mengajarkan anak mengelola emosi, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana emosi berkembang pada anak.
Bunda akan belajar mengenali emosi anak dan memahami kebutuhan di balik berbagai respons emosionalnya.
Termasuk materi tentang stimulasi sosial-emosional anak usia dini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengenali Emosi Diri
Kadang bukan hanya perilaku anak yang membuat kita marah.
Kelelahan, tekanan, ekspektasi, pengalaman masa lalu, atau kebutuhan diri yang belum terpenuhi juga dapat memengaruhi cara kita merespons anak.
Melalui materi dan jurnal refleksi, Bunda akan mendapatkan ruang untuk mulai mengenali pola emosi dan memahami diri sendiri dengan lebih baik.
3. Belajar Mengelola Respons
Emosi boleh muncul.
Yang bisa kita pelajari adalah apa yang dilakukan setelah emosi itu muncul.
Bunda akan mendapatkan materi dan audio yang dapat membantu proses refleksi serta memberikan ruang untuk melepaskan emosi dengan cara yang lebih sehat.
4. Mendampingi Anak Mengenali Emosinya
Anak juga perlu belajar bahwa semua perasaan boleh dirasakan, tetapi tidak semua perilaku boleh dilakukan.
Bunda akan mendapatkan materi dan aktivitas yang dapat digunakan untuk membantu anak:
- mengenali berbagai emosi,
- menyebutkan perasaannya,
- memahami apa yang sedang ia rasakan,
- dan belajar mengekspresikannya dengan cara yang lebih sesuai.
Tidak hanya belajar. Ada yang bisa langsung digunakan.
Di dalam paket ini, Bunda mendapatkan:
Video Materi Inti
Materi tentang emosi ibu dan anak serta stimulasi sosial-emosional anak usia dini.
Modul Berdamai dengan Diri
Untuk membantu Bunda melakukan refleksi dan mengenali pola emosi diri.
Jurnal Mental Health
Ruang untuk menuliskan, mengamati, dan merefleksikan apa yang sedang dirasakan.
Audio Release Emosi
Materi audio yang dapat digunakan sebagai bagian dari proses refleksi dan pelepasan emosi.
Printable Tema Emosi
Aktivitas yang dapat digunakan bersama anak untuk mengenalkan dan membicarakan emosi.
Ebook Cerita Anak
Media sederhana untuk membantu membuka percakapan tentang perasaan bersama anak.
Cocok untuk Bunda yang...
✔ sering merasa kewalahan menghadapi tantrum atau ledakan emosi anak
✔ sudah berusaha sabar tetapi masih sering terpancing
✔ merasa bersalah setelah membentak atau marah kepada anak
✔ ingin memahami emosi anak, bukan hanya menghentikan perilakunya
✔ ingin belajar mengenali pola emosi diri sendiri
✔ ingin memiliki cara yang lebih sehat untuk merespons situasi sulit
✔ ingin membantu anak mengenali dan mengekspresikan emosinya
✔ ingin membangun hubungan yang lebih sehat dengan anak, tanpa tuntutan untuk menjadi orang tua yang sempurna
Pelan-pelan, Bunda bisa belajar melihat emosi dengan cara yang berbeda.
Bukan lagi hanya:
“Bagaimana supaya anak berhenti tantrum?”
Tetapi juga:
“Apa yang sedang dirasakan anak?”
“Apa yang sedang terjadi pada diriku?”
“Bagaimana aku bisa merespons situasi ini dengan lebih baik?”
Karena tujuan belajar mengelola emosi bukan membuat rumah selalu tenang.
Tetapi membantu Bunda dan anak memahami apa yang sedang terjadi, melewati emosi dengan lebih sehat, dan kembali terhubung setelah situasi sulit berlalu.
Tidak harus sempurna.
Tidak harus langsung berhasil.
Yang penting, ada ruang untuk belajar.
Fasilitas
- 3 Video Materi Inti
- Materi Stimulasi Tuntas Emosi Anak Usia Dini
- Audio Release Emosi
- Modul Berdamai dengan Diri
- Jurnal Mental Health
- Printable Tema Emosi
- Ebook Cerita Anak
- Halaman Penyimpanan Kelas
📦 Akses selamanya (lifetime)
💰 Rp59.000
Materi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi, pemeriksaan, diagnosis, atau terapi dari tenaga profesional.
